Minggu, 09 Februari 2014

Sejarah Amitabha


 Amitabha (Amitofo) merupakan kata yang sudah tidak asing kita dengar. Sebenarnya, apakah teman-teman tau makna daripada kata itu? Kita mungkin sering menyebutkan kata tersebut ketika bertemu dengan teman sedharma atau ketika kita melakukan puja. Kata Amitabha atau Amitayus, disampaikan oleh Buddha Gautama dalam Sutra Amitabha. Berikut ini adalah kitipan dari Sutra Amitabha yang menjelaskan tentang makna dari nama Amitayus:
“Dari panjangnya usia Hyang Bhagava Amitabha, Hyang Tathagata. Oh Ananda, tidaklah terukur, sehingga sulit untuk diketahui lainnya, agar dapat dikatakan (bahwa itu meliputi) begitu banyak ratusan kalpa, begitu banyak ribuan kalpa, begitu banyak ratusan ribu kalpa, begitu banyak berkoti-koti kalpa, begitu banyak ratusan koti kalpa, begitu banyak ribuan koti kalpa, begitu banyak ratusan ribu koti kalpa, begitu banyak ratusan ribu niyuta koti kalpa. Karenanya, Hyang Tathagata itu disebut Amitayus.”

Jadi dapat disimpulkan, Buddha Amitabha (Amitayus) adalah Buddha Cahaya Tanpa Batas yang usianya tidak terbatas oleh waktu. Negeri tempat beliau tinggal disebut Sukhavati yang kunon dikatakan berada nun jauh di sebelah barat bumi kita. Amitabha Buddha memiliki empat puluh delapan ikrar, yang isinya terutama untuk mendirikaan tanah suci atau surga, yang penghuninya dapat menghayati kehidupan berkebahagiaan tingkat tertinggi. Makhluk hidup yang memanggil nama Beliau, untuk memohon pertolongan, akan Beliau bawa mengarungi samudera kehidupan, hingga tiba di Tanah Suci yang Beliau ciptakan itu. Di antara ke-48 Ikrar-Nya, ada tiga yang merupakan Ikrar yang paling utama, yaitu:
  1. Saya bersumpah bahwa makhluk-makhluk hidup yang ada di sepuluh penjuru mata angin, yang mempercayai ajaran Buddha, Saya usahakan agar semuanya dapat dilahirkan di Tanah Suci ini. Apabila diantara mereka masih masih ada yang belum dapat terlahirkan di Tanah Suci Saya itu, Saya tidak akan mau menikmati hasil Pencerahan Agung (Pencapaian Nirvana) secara sempurna, yang telah Saya capai.
  2. Saya bersumpah bahwa makhluk-makhluk yang telah berusaha dengan segenap kemampuan jiwanya untuk mencapai tingkat Ke-Bodhi-an, dan yang telah melatih diri untuk memiliki, memelihara, dan meningkatkan jasa-jasa kebaikan dan kebajikannya, Saya usahakan agar semuanya dapat dilahirkan di Tanah Suci Saya itu. Pada saat-saat menjelang kematiaannya, maka makhluk tersebut akan dikelilingi oleh Para Penolong Gaib (yang akan mengantarkan orang-orang yang telah meninggal dunia itu, ke Tanah Suci atau Surga ciptaan Saya itu). Apabila diantara mereka masih masih ada yang belum dapat terlahirkan di Tanah Suci Saya itu, Saya tidak akan mau menikmati hasil Pencerahan Agung (Pencapaian Nirvana) secara sempurna, yang telah Saya capai.
  3. Saya bersumpah bahwa makhluk-makhluk hidup yang ada di sepuluh penjuru mata angin, yang mendengar nama Saya, yang telah memikirkan mengenai Tanah Suci yang Saya ciptakan, dan telah merencanakan akan berbuat kebajikan-kebajikan, Saya usahakan agar mereka itu dapat terlahirkan di Tanah Suci Saya itu. Apabila diantara mereka masih masih ada yang belum dapat terlahirkan di Tanah Suci Saya itu, Saya tidak akan mau menikmati hasil Pencerahan Agung (Pencapaian Nirvana) secara sempurna, yang telah Saya capai.

Sekarang , yang menjadi pertanyaan, bagaimana agar dapat terlahir di Tanah Suci ini?
“Karena tekad lampau (purva-pranidhana) Ku, maka makhluk-makhluk yang dengan cara apapun pernah mendengar nama-Ku, selamanya akan pergi ke negeri-Ku (tanah suci Sukhavati). Tekad-Ku, yang mulia ini telah tercapai dan setelah makhluk-makhluk dari berbagai alam datang kemari ke hadapan-Ku, mereka tak akan pernah berlalu dari sini, meskipun hanya untuk satu kelahiran.” (Mahasukhavativyuha Sutra 50:17)
Selain itu, di dalam Amitayurdhyana Sutra, dijelaskan beberapa hal yang dapat menyebabkan kita terlahir di Sukhavati.

“Jenis kelahiran mulia (dalam alam Sukhavati) tingkat tinggi dapat dicapai oleh mereka yang di dalam pencarian mereka untuk terlahir di sana, telah mengembangkan tiga macam pikiran. Engkau mungkin akan bertanya apakah ketiga macam pikiran itu:
  1. Pikiran yang tulus,
  2. Pikiran yang penuh keyakinan,
  3. Pikiran yang terpusat pada tekad untuk terlahir di alam Sukhavati dengan mempersembahkan segenap kumpulan kebajikan yang mengakibatkan kelahiran kembali di sana.

Mereka yang telah menyempurnakan ketiga macam pikiran ini pasti akan terlahir di alam Sukhavati.

Dedikasi:
“Semoga lenyaplah tiga kumpulan karma buruk yang menjengkelkan”
“Semoga memperoleh kebijaksanaan dan kesadaran yang nyata”
“Semoga semua hambatan dan karma buruk lenyap”
“Semoga senantiasa hidup melaksanakan Jalan Bodhisattva”.

Kamis, 17 Oktober 2013

31 Alam Kehidupan


 
31 Alam
Pembagian Alam Menurut Agama Buddha

31 Tingkat Alam Menurut Penghuninya

Setiap agama memiliki cara pandang berbeda mengenai awal dan akhir kehidupan mahkluk yang menghuni alam semesta ini, ada yang berpandangan bahwa bumi ini adalah pusat kehidupan mahkluk dan mengganggap manusia adalalah mahkluk yang paling sempurna dan berhak melakukan apa saja sesuai kebutuhan dan kehendak. Mereka beranggapan bahwa isi seluruh alam semesta ini menjadi milik dan hak mereka, apapun yang dilakukan asal untuk memenuhi kebutuhan manusia dibenarkan, walau menggunakan cara yang tidak benar.   
Buddha membagi alam kehidupan mahluk yang berdiam, sangat berbeda dengan ajaran lain. Alam tiada yang kekal, selalu berubah, mengalami pembentukan, proses perubahan (pelapukan) dan timul kembali. Menurut tingkatnya alam dibagi menjadi 31 Alam kehidupan, namun jika dihitung jumlahnya jumlahnya sangat banyak, sehingga dalam satu tingkatan memiliki jumlah yang banyak bahkan tak dapat dihitung secara logika manusia biasa, walaupun Buddha memiliki kemampuan untuk menghitung secara pasti, namun tidak di babarkan dalam ajaran-Nya, Buddha menganggap hal itu tidak berguna menuju kebahagiaan abadi (Nibbana), hanya akan menimbulkan spekulatif pandangan yang mengakibatkan memiliki pandangan salah. Namun Buddha tidak menyimpan untuk diri sendiri kemampuan pengetahuan tentang tingkat, jumlah dan cara pencapaian alam-alam tersebut, Buddha membabarkan ajaran-Nya sehingga para siswa Buddha dapat menyelaminya sendiri, mengetahui sendiri sesuai Jalan yang telah ditunjukkan-Nya. Berikut tabel alam-alam tersebut:

Jumat, 03 Mei 2013

Kitab Pantangan Berzinah



Di luar hubungan intim dengan istri merupakan berzinah

Berzinah dengan anak istri orang akan merugikan diri sendiri

Berusia pendek dan anak cucunya akan mengalami bencana

Hukum sebab dan akibat ini akan terlihat jelas semuanya.

Menasehati umat manusia agar selalu menjaga kesucian diri,


Pandanglah turbuh sendiri bagaikan sebuah batu kumala,

Begitu anda berzinah, batu kumala itu akan menjadi hancur,

Saat sadar, ingin menebus kesalah juga sudah amat sulit

Pandanglah sex dan zinah bagaikan racun yang ganas berbisa

Dengan hati yang teguh dan sabar menjaga kesucian diri

Satu pikiran sesat akan mengakibatkan puluhan ribu bencana

Menghimbau agar selalu menjaga kesucian hingga akhir hayat,

Manusia di dunia ini semuanya merasa takut pada setan,

Namun tidak takut pada setan berhias di dalam rumah

Yang dapat membius serta menarik roh dan sukma orang

Manusia di dunia semuanya takut pada macan,

Tapi tidak takut pada macan betina yang seranjang dengannya,

Yang memakan tulang dan sumsumnya hingga menjadi kering

Manusia di dunia ini semuanya merasa takut terhadap ular,

Namun tak takut pada manusia ular yang melilit di balik baju

Yang menghisap darah serta hawa orang sehingga binasa

Manusia di dunia ini semuanya merasa takut akan maling,

Tapi tidak takut pada pencuri hawa “yang “ di malam hari,

Yang akan mencuri darah dan saripati orang sampai mati.

Sex mencelakai manusia, sayang tiada yang menyadarinya,

Entah apa akibatnya, bila pantangan senantiasa kita langgar,

Tidak pernah terpikir bahwa di lubang telingga banyak kotoran,

Di dalam mata juga terdapat banyak sekali kotoran mata,

Di dalam hidung juga ada cairan lender yang mengalir terus.

Dalam rongga mulut terdapat air liur yang kotor dan berbau,

Di balik perut terdapat urin dan tinja yang berbau busuk,

Dalam alat kelamin terdapat darah kental yang kotor dan amis,

Di atas tubuh terdapat tempat-tempat yang tidak bersih,

Manusia tamak dan suka akan kecantikan serta persetubuhan,

Yang ternyata amat kejam dan beracun, namun kita tidak sadar,

Demi sex, orang-orang dungu menjadi mabuk dan sesat hatinya,

Hanya untuk menikmati kesenangan yang beberapa saat saja,

Tidak sadar bahwa tulang dan sumsumnya perlahan mengering,

Paling dapat merusak moral kebajikan dan tubuh manusia,

Maka bergegaslah membina diri dan jauhi perbuatan berzinah

Sex dapat merampas saripati manusia sampai habis semuanya,

Harus sadar bahwa tenaga dan semangat kita terbatas adanya,

Nafsu dan sex yang tidak terkendali akan memperpendek usia,

Usia belum lanjut namun badan sudah menjadi loyo semua,

Kebanyakan orang merasa sayang akan harta bendanya,

Namun tidak menyayangi tenaga dan semangat badannya,

Tidak mencintai serta menjaga tenaga dan semangat badannya,

Malah suka uang sehingga berjuang sampai mati-matian,

Berzinah adalah dosa yang paling berat dalam hukum langit,

Juga merupakan bencana yang amat mengerikan bagi manusia,

Arak tidak membuat mabuk, tapi manusia yang mabuk sendiri,

Sex tidak menggoda, namun manusia sendirilah yang tergoda,

Menasihati umat manusia, haruslah segera sadar,

Sex dan berzinah merupakan dua hal pantangan yang utama,

Seringlah membaca kitab-kitab suci dari para nabi,

Segala penyakit akan lenyap dan menjadi orang yang sehat.

Kamis, 28 Februari 2013

Penghu Island - Taiwan


Pentas Budaya di Sun Moon Lake
Mentor Tzu chi di Taiwan
Tempat kalo lagi Stress

Antusias Pengunjung Vihara di Taipeh
Awas kena Tabook..:-)


Jumat, 12 Oktober 2012

SUTRA SATYA BUDDHA



Cover Depan
  
Page 01


Page 02

Page 03

Page 04

Page 05

Page 06

Page 07

Page 08

Page 09

Page 10

Cover Belakang
 

 










Rabu, 05 September 2012

Agustusan 2012

Senam Pagi 
Sorak Kemenangan


Lomba Balon
  
Balap Karoong
                      
Wow..Keren
Hampir...